Hm..., kebetulan saya belum begitu paham dengan WP-MU itu. Tapi berdasarkan contoh penggunaan di detik.com (www.blogdetik.com) sepertinya terlalu gede dan tidak sesuai dengan yang saya inginkan, karena masing-masing memiliki halaman admin (penginputan informasi/artikel/news).
Adapun gambaran kebutuhan saya adalah sbb:
1. Website Utama, ini adalah website induk perusahaan dimana data dan informasi dimasukkan. Jika menggunakan wordpress, maka halaman adminnya ada disini, dan disimpan di domain utama.
2. Website Anak, diperuntukkan untuk cabang-cabang dan disimpan dalam sub domain. Sementara untuk penginputan data/informasinya menggunakan admin page yang ada di website utama tersebut (dibuatkan user tersendiri).
Sebenarnya sih saya pernah buat dengan cara sbb.:
1. Saya install wordpress di domain utama sebagai website utama
2. saya buatkan sendiri template/halaman HTML/PHP di sub domain dengan membaca dan mengambil data dari database wordpress yang saya install di domain utama (website utama) tersebut.
Nah, pada template buatan sendiri ini saya menggunakan script berikut untuk menampilkan datanya:
$RsArtikel = mysql_query($query_RsArtikel, $fashion) or die(mysql_error());
$totalRows_RsArtikel = mysql_num_rows($RsArtikel);
do {
if ($row_RsArtikel['ID']<>'')
{
echo '• <a href="article.php?recid=' . $row_RsArtikel['ID'] . '"><font size="2" face="Arial, Helvetica, sans-serif">' . $row_RsArtikel['post_title'] . "</font></a><br />";
}} while ($row_RsArtikel = mysql_fetch_assoc($RsArtikel));
Hanya saja isi artikel jadi menyatu, dimana paragraph-parahraph yang seharusnya terpisah bergabung menjadi satu semuanya. Jadinya informasi yang ditampilkan jadi berantakan. Untuk mengatasi hal ini, saya lakukan trik dengan menghilangkan centang pada bahagian "Visual Editor" yang ada di admin page, dan pada saat penginputan informasi/artikelnya saya menambahkan kode-kode html sendiri, misalnya <p>.....</p>, <br />, dsb.
Hanya saja jika menggunakan cara ini jadinya repot banget pada saat penginputan informasi/artikel.